Investasi Terbaik: Menanamkan Kesejahteraan Mental pada Anak Usia Dini

Authors

  • Reska Khairunisa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Taopik Rahman Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Risbon Sianturi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53398/arraihanah.v6i1.1129

Keywords:

Children Well-Being, Mental Investment, Resilience, Early Childhood Education, Emotional Development

Abstract

While cognitive and physical gains often dominate early childhood discussions, this article shifts the focus to mental well-being as a primary investment in a child's future. Through a review of existing literature, it highlights how emotional care, secure bonds, and positive environments lay the groundwork for lifelong resilience. The analysis demonstrates that early mental health support leads to better life quality and future productivity. Ultimately, the article advocates for a collaborative approach between parents and teachers to prioritize daily emotional engagement as the base of early education

References

Adventinawati, M. K. (2025). Pencegahan kesehatan mental dalam upaya mengurangi stigma kesehatan mental di masyarakat. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 2(1), 110-116.

Astuti, M., & Suhendi, A. (2014). Implementasi Kebijakan Kesejahteraan dan Perlindungan Anak. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 3(3), 215-235.

Awalia, R., dkk. (2025). Pola Asuh yang Mendukung Kesehatan Mental Anak Usia Dini dalam Menghadapi Stres. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(3), 1104-1113.

Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. New York: Basic Books.

Fadly, D., & Islawati. (2024). Tantangan Bagi Perkembangan Psikososial Anak dan Remaja di Era Pendidikan Modern: Studi Literatur. Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences, 3(1).

Fakhriyani, D. V. (2019). Kesehatan Mental. Pamekasan: CV. Duta Media.

Gottman, J. M. (1997). The Heart of Parenting: How to Raise an Emotionally Intelligent Child. Simon and Schuster.

Heckman, J. J. (2006). Skill formation and the economics of investing in disadvantaged children. Science, 312(5782), 1900-1902.

Huppert, F. A. (2009). Psychological Well-being: Evidence Regarding its Causes and Consequences. Applied Psychology: Health and Well-Being.

Kusmayanti, E., dkk. (2026). Intervensi Non-farmakologis Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Anak di Era Digital: A Narrative Review. Holistic: Jurnal Kesehatan Holistic, 10(1), 332-346.

Maslihah, S. (2017). Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Subyektif Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Jurnal Psikologi Insight, 1(1), 82-94.

Romadhona, A., Sibawaihi, S., Purnama, S., Junianti, F., Khoirotin, K., Kuswanto, C. W., & Futhira, N. (2025). Pola Asuh yang Mendukung Kesehatan Mental Anak Usia Dini dalam Menghadapi Stres. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(3), 1104-1113.

Saba, U. U. (2024). Konseling Keluarga Dalam Mempertahankan Kesejahteraan Mental Anak Remaja. JBK Jurnal Bimbingan Konseling, 2(1), 25-30.

Sanusi. (2024). Pentingnya Mengutamakan Kesejahteraan Mental Siswa bagi Puncak Pencapaian Pedagogis. EDUCHILD: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 14-31.

Triyono. (2020). Strategi Konseling Online Sebagai Pendekatan Psikoedukasional untuk Kesejahteraan Mental Anak dan Remaja: Paradigma Preventif. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, 108–111. Malang: Universitas Negeri Malang.

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

Khairunisa, R., Rahman, T. ., & Sianturi, R. . (2026). Investasi Terbaik: Menanamkan Kesejahteraan Mental pada Anak Usia Dini. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 777-782. https://doi.org/10.53398/arraihanah.v6i1.1129