Strategi Pendidikan dalam Membangun Kesejahteraan Anak di Tengah Dinamika Sosial Budaya dalam Persepektif Empiris di Era Inklusi

Authors

  • Syifa’u Rohmah Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Risbon Sianturi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Taopik Rahman Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Hamizah Mas’udah Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Gina Nafisa Qurrota’ayun Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Rifdah Devi Dzhihni Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53398/arraihanah.v6i1.1150

Keywords:

children's well-being, inclusive education, socio-cultural dynamics, early childhood education, holistic learning

Abstract

This study aims to examine educational strategies in promoting children's well-being amid socio-cultural dynamics in the era of inclusion. Children's well-being is not limited to physical aspects, but also includes emotional, social, and psychological dimensions that are interconnected. Ongoing socio-cultural changes, including technological developments and shifting patterns of social interaction, have influenced children's growth and development. Therefore, educational approaches need to move beyond academic achievement and address children's holistic needs. This research employs a qualitative approach using a literature review method from various relevant sources. The findings indicate that effective educational strategies to support children's well-being include the implementation of social-emotional learning, differentiated instruction, and the creation of inclusive and supportive learning environments. In addition, the roles of family, school, and community are crucial in fostering children's overall well-being

References

Anisa, C. A. N., Kristiana, D., Rusdiani, N. I., & Kusmiati, A. (2024). Enhancing early childhood social development through multicultural education. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 12(2), 291–300.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.

Delnanda, A. (2025). Menumbuhkan karakter sejak dini melalui pembelajaran sosial emosional dalam pendidikan dasar. Jurnal Pendidikan Tuntas, 3(1), 30–35.Hjalmarsson, S., & Mood, C. (2015). Do poorer youth have fewer friends? The role of household and childeconomic resources in adolescent school-class friendships. Children and Youth Services Review, 57, 201-211. http://dx.doi.org/10.1016/j.childyouth. 2015.08.013.

Gulo, A. (2023). Revitalisasi budaya di era digital dan dampaknya terhadap dinamika sosial budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(3).

Hidayati, N., & Fauziah, P. Y. (2023). Kesejahteraan anak dalam perspektif pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 17(1), 45–54.

Mil, S. (2025). Kesejahteraan anak (child well-being): Kontribusi keluarga, lingkungan, dan pendidikan anak usia dini. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 10(1), 1–10.

Nugraha, D., & Hasanah, A. (2021). Pendidikan karakter berbasis nilai budaya di sekolah. Jurnal Pendidikan PKN, 2(1), 1–9.

Putri, R. A., & Nurhafizah, N. (2023). Pengaruh interaksi sosial terhadap perkembangan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 55–63.

Rahmadhani, R., & Diana, D. (2025). Perkembangan sosial anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan inklusif. Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 5(1).

Saputri, D. A., Lestari, M., & Handayani, T. (2023). Lingkungan pembelajaran menyenangkan dalam meningkatkan kesejahteraan anak. Jurnal Golden Age, 7(2), 210–220.

Sari, D. P., & Fauziah, P. Y. (2023). Pembelajaran berbasis sosial budaya dalam PAUD. Jurnal Obsesi, 7(2), 1450–1460.

Sari, R. P., Revina, I., Muniroh, M., Kurniansyah, D., & Sitindaon, E. H. (2023). Edukasi penerapan budaya sosial dalam kehidupan anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora, 2(2), 155–160.

Sianturi, R. (2020). Penguatan perkembangan sosial emosional anak usia dini dalam pembelajaran berbasis karakter. Jurnal Obsesi, 4(2), 706–715.

Sucihati, M., & Yuliantina, I. (2025). Analisis pembelajaran berdiferensiasi di PAUD. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 5(1), 1–6.

Tantiani, W., & Tamu, Y. (2025). Perkembangan sosial anak usia dini dalam konteks keluarga. Jurnal Sosiologi, 2(4), 214–228.

Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (2nd ed.). ASCD.

UNESCO. (2017). A guide for ensuring inclusion and equity in education. UNESCO Publishing.

Wahyudi, M., Arisanti, F., & Muttaqin, M. A. (2024). Pendekatan holistik dalam pendidikan anak usia dini. Journal of Early Childhood Education Studies, 4(1), 33–72.

Wahyuni, S., & Nurhasanah, N. (2024). Lingkungan pendidikan dan kesejahteraan sosial emosional anak. Jurnal Pendidikan Sosial, 9(1), 88–97.

Wildam, M., Ningrum, T. S. C., Palungan, W. O., & Amaliah, I. (2025). Strategi pembelajaran berbasis well-being dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Jurnal PAUD Agapedia, 9(2), 215–220.

Wisudaningsih, E. T., Animan, M. Z., & Abidin, M. Z. (2025). Dinamika perkembangan sosial anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam, 3(4), 1040–1050.

Wulandari, H., & Suyadi, S. (2022). Perkembangan sosial budaya anak usia dini dalam perspektif pendidikan. Jurnal Obsesi, 6(4), 3210–3220.

Downloads

Published

2026-07-05

How to Cite

Rohmah, S. ., Sianturi, R. ., Rahman, T. ., Mas’udah, H. ., Nafisa Qurrota’ayun, G. ., & Devi Dzhihni, R. . (2026). Strategi Pendidikan dalam Membangun Kesejahteraan Anak di Tengah Dinamika Sosial Budaya dalam Persepektif Empiris di Era Inklusi. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 829-837. https://doi.org/10.53398/arraihanah.v6i1.1150