Ketika Bahasa Ibu Menjadi Asing: Penggunaan Bahasa Sunda pada Anak Usia Dini di Era Digital

Authors

  • Mita Maulida Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Elan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia
  • Qonita Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53398/arraihanah.v6i1.741

Keywords:

Keyword 1; SUndanese Language Keyword 2; Early Childhood Keyword 3; Mother Tongue Keyword 4; Digital Media Keyword 5; Language Presevation

Abstract

This study aims to explore the declining use of Sundanese language among early childhood children in West Java within the context of the digital era. The research employed a qualitative phenomenological approach, collecting data through semi-structured interviews with ten participants, including early childhood educators and parents of children aged 3–6. The findings reveal several factors contributing to the reduced use of Sundanese, such as the dominance of Indonesian at home, the influence of socially diverse environments, and the intense exposure to digital media in Indonesian and foreign languages. Sundanese is perceived as a second or even foreign language by many children due to the lack of natural interaction in their daily lives. Efforts to preserve Sundanese remain limited to ceremonial programs such as "Kamis Nyunda" and have yet to achieve sustainability or integration into daily routines. This study recommends a synergistic approach involving families, schools, and the government to revitalize the use of regional languages from an early age in order to preserve children's cultural identity

References

Agustin, M., & Rahmawati, R. (2020). Strategi pelestarian bahasa daerah melalui pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 5(1), 19–27. https://doi.org/10.21107/metalingua.v5i1.7891

Aminah, S., & Nurhayati, I. (2021). Bahasa ibu dan perkembangan identitas budaya anak. Jurnal PAUD Agapedia, 5(2), 55–63. https://doi.org/10.30998/paud-agapedia.v5i2.7433

Andriani, T. (2022). Pengaruh media digital terhadap penggunaan bahasa ibu pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 2765–2773. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.1922

Arumsari, L., & Kurniawan, D. (2021). Revitalisasi bahasa daerah dalam pendidikan multikultural. Jurnal Pendidikan Multikultural, 3(1), 25–34. https://doi.org/10.31219/osf.io/y4vqn

Chaer, A., & Agustina, L. (2021). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Crystal, D. (2020). Language death. Cambridge University Press.

Dewi, N. K. S., & Susanto, H. (2020). Peran keluarga dalam mempertahankan bahasa daerah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 2(1), 14–22.

Fauzia, M. (2022). Pendidikan multikultural dan pelestarian budaya lokal. Bandung: Alfabeta.

Fitriani, A., & Rochmat, S. (2023). Kamis Nyunda: Studi evaluatif kebijakan kebahasaan daerah di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 55–68. https://doi.org/10.24832/jpnk.v13i1.2090

Gunawan, A. (2022). Bahasa dan identitas dalam masyarakat Sunda modern. Jurnal Sosiolinguistik Nusantara, 7(2), 80–91.

Herlina, Y., & Fauzan, A. (2021). Digitalisasi dan perubahan preferensi bahasa anak usia dini. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(1), 45–58.

Holmes, J., & Wilson, N. (2022). An introduction to sociolinguistics (5th ed.). Routledge.

Indrawati, I., & Suparlan, P. (2023). Analisis penggunaan bahasa daerah dalam interaksi keluarga. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(2), 89–101. https://doi.org/10.12928/jpb.v9i2.9201

Kemdikbud. (2020). Peta Bahasa Daerah di Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kurnia, D., & Ningsih, E. (2021). Kesenjangan generasi dalam pelestarian bahasa ibu. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(3), 120–130.

Lestari, M., & Handayani, S. (2023). Pembelajaran berbasis budaya lokal di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 5(2), 66–75.

Mahsun. (2021). Bahasa ibu dan pengembangan kognitif anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maulida, A., & Wahyuni, D. (2020). Pergeseran bahasa dalam keluarga multibahasa. Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa, 14(1), 20–32. https://doi.org/10.24036/ld.v14i1.108255

Nugraha, R., & Suryani, T. (2022). Media sosial dan hilangnya praktik berbahasa daerah. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 4(1), 15–26.

Romaine, S. (2020). Language in society: An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Oxford University Press.

Saputra, R. A., & Dewi, T. K. (2023). Pendidikan karakter berbasis bahasa ibu. Jurnal Pendidikan Karakter Anak, 8(1), 40–52.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparlan, P. (2023). Anak, bahasa, dan budaya: Perspektif antropologi linguistik. Jakarta: Prenadamedia.

Wahyuni, D. (2021). Eksistensi bahasa ibu dalam kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 7(3), 90–101. https://doi.org/10.26858/jpp.v7i3.20301

Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2021). An introduction to sociolinguistics (8th ed.). Wiley Blackwell.

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Maulida, M., Elan, E. ., & Qonita, Q. (2026). Ketika Bahasa Ibu Menjadi Asing: Penggunaan Bahasa Sunda pada Anak Usia Dini di Era Digital. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 140-147. https://doi.org/10.53398/arraihanah.v6i1.741